{"id":818,"date":"2025-03-21T13:34:58","date_gmt":"2025-03-21T06:34:58","guid":{"rendered":"https:\/\/kemahasiswaan.umindonesia.ac.id\/?page_id=818"},"modified":"2025-03-21T13:38:03","modified_gmt":"2025-03-21T06:38:03","slug":"ukm-teater-korek-universitas-islam-45","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/kemahasiswaan.umindonesia.ac.id\/?page_id=818","title":{"rendered":"UKM Teater Korek Universitas Islam 45"},"content":{"rendered":"\n\n\n\n<h3>Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Basket Universitas Islam 45 Bekasi<\/h3>\n\n\n\n\n\n<p>Lorem Ipsum has been the industry&#8217;s standard dummy text ever since the 1500s.<\/p>\n\n\nTeater Korek didirikan pada 19 Juli 2002 atas prakarsa lima orang pendiri: Arie &#8216;Tog&#8217;, Lukman, Aib&#8217;z, Ebi, dan Neo. Nama &#8220;Korek&#8221; melambangkan cahaya yang menerangi jika digunakan dengan benar, tetapi dapat menjadi malapetaka jika disalahgunakan. Teater ini lahir dari kegelisahan atas terkikisnya nilai budaya, berupaya menggali serta menghidupkan kembali seni dan budaya melalui pertunjukan, diskusi, serta eksplorasi kebudayaan lokal.\nCikal bakal Teater Korek dimulai pada tahun 2000 dengan &#8220;Pagelaran Musik Taman&#8221; di halaman kantin, yang kemudian berkembang menjadi ruang ekspresi dan eksplorasi seni teater. Kolaborasi dengan seniman Dediesputra Siregar memperkaya wawasan artistik, menghasilkan pementasan pertama mereka: &#8220;Instalasi Individu&#8221; dan &#8220;Bulan Bujur Sangkar&#8221; karya Iwan Simatupang.\nTeater Korek aktif dalam pendekatan budaya lokal, termasuk eksplorasi seni Topeng Bekasi dan penyelenggaraan berbagai kegiatan seperti Festival Teater Antar Pelajar, Lomba Baca Puisi, Musikalisasi Puisi, dan Diskusi Budaya. Program &#8220;Ritual 19-an&#8221; sejak 2007 menjadi ruang apresiasi bulanan yang mencakup pengajian puisi, diskusi budaya, serta pertunjukan monolog.\nDengan semangat teater untuk masyarakat, Teater Korek terus berupaya menjaga keseimbangan seni dan budaya dalam kehidupan sosial.\n\n\n\n\n\n<h6>Visi<\/h6>\n\n\n\n\n\nMenggali nilai kesenian dan kebudayaan serta mewujudkannya dalam karya.\n\n\n\n\n\n<h6>Misi<\/h6>\n\n\n\n\n\nBerproses secara aktif, kreatif, dan inisiatif dalam komunitas teater baik internal maupun eksternal.\n\n\n\n\n<h6>Prestasi Teater Korek:<\/h6>\n\n\n\n\n<ul><li>10 Besar Grup Teater Terbaik \u2013 Festasio 2008\n<\/li><li>Musik Terbaik \u2013 FTR 2012\n<\/li><li>5 Besar Grup Teater Terbaik Se-Nasional \u2013 DramakalaFest 2018\n<\/li><li>Nominasi Aktor Terbaik \u2013 DramakalaFest 2020\n\n<\/li><\/ul>\n\n\n\n\n<h6>Teater Korek: Menyalakan Api Kreativitas dalam Seni dan Budaya<\/h6>\n\n\n\n\nSejak didirikan pada 19 Juli 2002, Teater Korek telah menjadi wadah bagi mahasiswa Universitas Islam 45 Bekasi dalam menggali, menghidupkan, dan melestarikan seni serta budaya. Nama &#8220;Korek&#8221; melambangkan cahaya yang menerangi kreativitas ketika digunakan dengan benar, tetapi juga dapat menjadi refleksi dari kekuatan seni yang mampu mengubah perspektif.\nMelalui pertunjukan teater, eksplorasi budaya lokal seperti seni Topeng Bekasi, hingga program bulanan &#8220;Ritual 19-an&#8221;, Teater Korek terus menghadirkan ruang apresiasi seni yang edukatif dan inspiratif. Dengan komitmen terhadap seni pertunjukan yang kreatif dan berbobot, Teater Korek telah meraih berbagai prestasi di tingkat nasional, membuktikan eksistensinya di dunia teater.\nBergabunglah dengan Teater Korek dan jadilah bagian dari perjalanan seni yang penuh makna!\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"class_list":["post-818","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=818"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/818\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":820,"href":"https:\/\/kemahasiswaan.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/818\/revisions\/820"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kemahasiswaan.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}